• Menerima pemesanan dan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia.

    — SILAHKAN SMS ATAU TELPON DULU———————–

    HASANNUH BZ

    TELPON INDOSAT: 0856-7566289

    TELPON  XL: 0819-12465755

    ————————————————————–

    SUDAH TERSEDIA DENGAN KEMASAN BARU
    ISI TETAP SAMA.

  • Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.

    Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.

    Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur.

    Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya.

    Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.

    Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang diabetes untuk meningkatkan kesadaran akan diabetes :

    1. Apa sih Diabetes Mellitus?
    2. Ketahui Penyebab & Tipe Diabetes Mellitus
    3. Sulitnya Membaca Gejala Diabetes
    4. Mendiagnosis Diabetes Mellitus
    5. Komplikasi Diabetes Bisa Mematikan
    6. Terapi Untuk Diabetes Mellitus
    7. Mencegah Bahaya Komplikasi
    8. Hindari Diabetes dengan Ubah Gaya Hidup

    Setelah mengetahui semua hal yang tentang diabetes, jangan lewatkan:

    z
    Expert Review oleh ahli penyakit dalam spesialis endokrin metabolik diabetes yaitu Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE yang juga Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA).
    z Pentingnya Pemantauan Pengujian gula darah bagi diabetesi
    z Bagi Anda Diabetesi , PASTIKAN
    Monitor selalu..!! Si Manis dalam Darah Anda

    Apa sih Diabetes Mellitus?

    Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.

    Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.

    Nah, berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL.

    Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam.

    Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.

    Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif (bertahap) setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif bergerak.

    Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan.

    Ada cara lain untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga karena otot menggunakan glukosa dalam darah untuk dijadikan energi.

    Ketahui Penyebab & Tipe Diabetes Mellitus

    Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.

    Ada 2 tipe Diabetes Mellitus, yaitu:

    1. Diabetes Mellitus tipe 1 (diabetes yang tergantung kepada insulin)
    2. Diabettes Mellitus tipe 2 (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM)
    Diabetes Mellitus tipe 1 Diabetes Mellitus tipe 2
    Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin
    Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif
    Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja.
    Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun
    Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik.
    Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas.
    90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur
    Diabetes Mellitus tipe 2 juga cenderung diturunkan secara genetik dalam keluarga

    Penyebab diabetes lainnya adalah:

    • Kadar kortikosteroid yang tinggi
    • Kehamilan diabetes gestasional), akan hilang setelah melahirkan.
    • Obat-obatan yang dapat merusak pankreas.
    • Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.

    Sulitnya Membaca Gejala Diabetes

    Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan melalui air kemih.

    Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri). Akibatnya, maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

    Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, sehingga penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).

    Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang gula darahnya kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

    Diabetes Mellitus tipe 1 Diabetes Mellitus tipe 2

    Timbul tiba-tiba.

    Tidak ada gejala selama beberapa tahun. Jika insulin berkurang semakin parah maka sering berkemih dan sering merasa haus.

    Berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum.

    Jarang terjadi ketoasidosis.

    Pada penderita diabetes tipe 1, terjadi suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Meskipun kadar gula di dalam darah tinggi tetapi sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, sehingga sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain.

    Sumber untuk energi dapat berasal dari lemak tubuh. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).

    Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah.

    Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

    Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius.

    Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis.

    Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

    Mendiagnosis Diabetes Mellitus

    Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejalanya yaitu 3P (polidipsi, polifagi, poliuri) dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi (tidak normal). Untuk mengukur kadar gula darah, contoh darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam atau bisa juga diambil setelah makan.

    Perlu perhatian khusus bagi penderita yang berusia di atas 65 tahun. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa dan jangan setelah makan karena usia lanjut memiliki peningkatan gula darah yang lebih tinggi.

    Kriteria Diagnostik Gula darah (mg/dL)
    Bukan Diabetes Pra Diabetes Diabetes
    Puasa < 110 110-125 > 126
    Sewaktu < 110 110-199 > 200

    Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil. Hal ini untuk mendeteksi diabetes yang sering terjadi pada wanita hamil.

    Penderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa. Lalu penderita diminta meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.

    Hasil glukosa contoh darah dibandingkan dengan kriteria diagnostik gula darah terbaru yang dikeluarkan oleh PERKENI tahun 2006.

    Sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2, biasanya selalu menderita pra-diabetes, yang memiliki gejala tingkat gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosa diabetes. Setidaknya 20% dari populasi usia 40 hingga 74 tahun menderita pra-diabetes.

    Penelitian menunjukkan beberapa kerusakan dalam jangka panjang, terutama pada jantung dan sistem peredaran darah selama pra-diabetes ini. Dengan pre-diabetes, anda akan memiliki resiko satu setengah kali lebih besar terkena penyakit jantung. Saat Anda menderita diabetes, maka risiko naik menjadi 2 hingga 4 kali.

    Akan tetapi, pada beberapa orang yang memiliki pra-diabetes, kemungkinan untuk menjadi diabetes dapat ditunda atau dicegah dengan perubahan gaya hidup. Diabetes dan pra-diabetes dapat muncul pada orang-orang dengan umur dan ras yang beragam, tetapi ada kelompok tertentu yang memiliki resiko lebih tinggi.

    Komplikasi Diabetes Bisa Mematikan

    Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.

    Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.

    Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes.

    Sirkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka.

    Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke.

    Kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum). Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa).

    Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.

    Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.

    Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.

    Terapi Untuk Diabetes Mellitus

    Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Namun, kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan.

    Meskipun demikian, semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang menjadi semakin berkurang. Untuk itu diperlukan pemantauan kadar gula darah secara teratur baik dilakukan secara mandiri dengan alat tes kadar gula darah sendiri di rumah atau dilakukan di laboratorium terdekat.

    Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet. Seseorang yang obesitas dan menderita diabetes tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur.

    Namun, sebagian besar penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per-oral.

    Diabetes tipe 1 hanya bisa diobati dengan insulin tetapi tipe 2 dapat diobati dengan obat oral. Jika pengendalian berat badan dan berolahraga tidak berhasil maka dokter kemudian memberikan obat yang dapat diminum (oral = mulut) atau menggunakan insulin.

    Berikut ini pembagian terapi farmakologi untuk diabetes, yaitu:

    1. Obat Hipoglikemik Oral (OHO)
    2. Terapi Sulih Insulin

    1. Obat hipoglikemik oral

    Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.

    Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.

    Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan oleh raga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup.

    Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian.
    Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.

    2. Terapi Sulih Insulin

    insulinPada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan).

    Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.

    Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.

    Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:

    1. Insulin kerja cepat.
      Contohnya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar.
      Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.
      Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.

    2. Insulin kerja sedang.
      Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan.
      Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam.
      Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.

    3. Insulin kerja lambat.
      Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan.
      Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.

    Sediaan insulin stabil dalam suhu ruangan selama berbulan-bulan sehingga bisa dibawa kemana-mana.

    Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:

    * Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya
    * Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya
    * Aktivitas harian penderita
    * Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya
    * Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari.

    Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal.

    Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam.

    Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.

    Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olah raga dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.

    Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.

    Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.

    Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.

    Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.

    Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.

    Penderita juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki sehingga kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata.

    Mencegah Bahaya Komplikasi

    Pemantauan kadar gula darah merupakan bagian yang penting dari pengobatan diabetes. Adanya glukosa bisa diketahui dari air kemih; tetap pemeriksaan air kemih bukan merupakan cara yang baik untuk memantau pengobatan atau menyesuaikan dosis pengobatan.

    Saat ini kadar gula darah dapat diukur sendiri dengan mudah oleh penderita di rumah menggunakan alat pengukur glukosa darah. Penderita diabetes harus mencatat kadar gula darah mereka dan melaporkannya kepada dokter agar dosis insulin atau obat hipoglikemiknya dapat disesuaikan.

    Insulin maupun obat hipoglikemik per-oral bisa terlalu banyak menurunkan kadar gula darah sehingga terjadi hipoglikemia. Hipoglikemia (rendahnya kadar gula dalam darah) juga bisa terjadi jika penderita kurang makan atau tidak makan pada waktunya atau melakukan olah raga yang terlalu berat tanpa makan.

    Jika kadar gula darah terlalu rendah, organ pertama yang terkena pengaruhnya adalah otak. Untuk melindungi otak, tubuh segera mulai membuat glukosa dari glikogen yang tersimpan di hati.

    Proses ini melibatkan pelepasan epinefrin (adrenalin), yang cenderung menyebabkan rasa lapar, kecemasan, meningkatnya kesiagaan dan gemetaran. Berkurangnya kadar glukosa darah ke otak bisa menyebabkan sakit kepala.

    Hipoglikemia harus segera diatasi karena dalam beberapa menit bisa menjadi berat, menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap. Jika terdapat tanda hipoglikemia, penderita harus segera makan gula.

    Oleh sebab itu, penderita diabetes harus selalu membawa permen, gula atau tablet glukosa untuk menghadapi serangan hipoglikemia. Atau penderita segera minum segelas susu, air gula atau jus buah, sepotong kue, buah-buahan atau makanan manis lainnya.

    Penderita diabetes tipe I harus selalu membawa glukagon, yang bisa disuntikkan jika mereka tidak dapat memakan makanan yang mengandung gula.

    Gejala-gejala dari kadar gula darah rendah:
    * Rasa lapar yang timbul secara tiba-tiba
    * Sakit kepala
    * Kecemasan yang timbul secara tiba-tiba
    * Badan gemetaran
    * Berkeringat
    * Bingung
    * Penurunan kesadaran, koma.

    Ketoasidosis diabetikum merupakan suatu keadaan darurat. Tanpa pengobatan yang tepat dan cepat, bisa terjadi koma bahkan kematian. Penderita harus dirawat di unit perawatan intensif. Diberikan sejumlah besar cairan intravena dan elektrolit (natrium, kalium, klorida, fosfat) untuk menggantikan yang hilang melalui air kemih yang berlebihan.

    Insulin diberikan melalui intravena sehingga bisa bekerja dengan segera dan dosisnya disesuaikan. Kadar glukosa, keton dan elektrolit darah diukur setiap beberapa jam, sehingga pengobatan yang diberikan bisa disesuaikan.

    Contoh darah arteri diambil untuk mengetahui keasamannya. Pengendalian kadar gula darah dan penggantian elektrolit biasanya bisa mengembalikan keseimbangan asam basa, tetapi kadang perlu diberikan pengobatan tambahan untuk mengoreksi keasaman darah.

    Pengobatan untuk koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik sama dengan pengobatan untuk ketoasidosis diabetikum yaitu diberikan cairan dan elektrolit pengganti. Kadar gula darah harus dikembalikan secara bertahap untuk mencegah perpindahan cairan ke dalam otak. Kadar gula darah cenderung lebih mudah dikontrol dan keasaman darahnya tidak terlalu berat.

    Jika kadar gula darah tidak terkontrol, sebagian besar komplikasi jangka panjang berkembang secara progresif. Retinopati diabetik dapat diobati secara langsung dengan pembedahan laser untuk menyumbat kebocoran pembuluh darah mata sehingga bisa mencegah kerusakan retina yang menetap. Terapi laser dini bisa membantu mencegah atau memperlambat hilangnya penglihatan.

    Penelitian terakhir menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda atau diperlambat dengan mengontrol kadar gula darah. Mengontrol kadar gula darah dapat dilakukan dengan terapi misalnya patuh meminum obat.

    Hindari Diabetes dengan Ubah Gaya Hidup

    olahragaFaktor keturunan memiliki pengaruh apakah seseorang dapat terkena diabetes atau tidak. Selain keturunan, gaya hidup juga berperan besar. Diabetes tipe 2 sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Obesitas atau kegemukan merupakan pemicu terpenting penyebab diabetes.

    Obesitas artinya berat badan berlebih minimal sebanyak 20% dari berat badan idaman. Juga berarti indeks masa tubuh lebih dari 25 kg/m2. Lemak yang berlebih akan menyebabkan resistensi terhadap insulin. Ini menjelaskan mengapa diet dan olahraga merupakan metode penatalaksanaan untuk diabetes tipe 2.

    Dengan menurunkan berat badan dan meningkatkan massa otot, akan mengurangi jumlah lemak sehingga membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih baik. Ternyata ada hubungan antara diabetes tipe 2 dengan letak tumpukan lemak terbanyak. Bila timbunan lemak terbanyak terdapat di perut maka risiko terkena diabetes lebih tinggi.

    Para peneliti juga percaya bahwa gen yang membawa sifat obesitas ikut berperan dalam menyebabkan diabetes. Gen yang bernama gen obes ini mengatur berat badan melalui protein pemberi kabar apakah kita lapar atau tidak. Pada percobaan dengan tikus, bila gen ini bermutasi maka tikus akan menjadi obes dan mengalami diabetes tipe 2.

    Penelitian menunjukkan bahwa kegemukan berhubungan dengan waktu yang dihabiskan di depan TV dan komputer. Menonton TV akan menyebabkan tidak bergerak juga berpengaruh terhadap pola makan mengemil.

    Bagaimana cara mengatasi kegemukan untuk menghindari diabetes?
    Caranya mudah, murah dan efektif, antara lain:
    1. Membiasakan diri untuk hidup sehat
    2. Biasakan diri berolahraga secara teratur
    3. Hindari menonton TV atau main komputer terlalu lama
    4. Jangan mengkonsumsi permen, coklat, atau snack dengan kandungan garam yang tinggi.
    5. Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.
    6. Konsumsi sayuran dan buah-buahan.

    Expert Review

    Umumnya, penderita diabetes mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah terjadi komplikasi. Hal ini diungkapkan oleh Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE di kantornya di Bagian Metabolik dan Endokrin, FKUI/RSCM.

    Diabetes itu seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh. Diabetes sering disebut sebagai “The Silent Killer”. “Namun, sebenarnya komplikasinya yang mematikan, bukan diabetesnya,” jelas Prof. Sidartawan.

    Gejala diabetes pun tidak menakutkan, seperti banyak makan (polifagi), banyak minum (polidipsi), dan kencing lancar (poliuri). Menurut Prof. Sidartawan, dengan gejala seperti itu orang tidak pergi ke dokter. Sebaliknya jika tidak mau makan dan susah kencing, baru orang pergi ke dokter.

    Diabetes mellitus bukan satu penyakit tetapi beberapa penyakit yang memiliki gejala kadar gulanya naik. Bisa disebabkan karena pankreasnya rusak (tipe 1), sekresi insulin menjadi berkurang (tipe 2), obat-obatan yang mengakibatkan pankreasnya rusak dan diabetes yang terjadi pada wanita hamil (gestational).

    Gaya hidup yang bersalah

    Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes, memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu saja pola makan yang salah.

    Jumlah penderita diabetes di daerah perkotaan di Indonesia pada tahun 2003 adalah 8,2 juta orang, sedangkan di daerah pedesaan 5,5 juta orang. Diperkirakan, 1 dari 8 orang di Jakarta mengidap diabetes. Tingginya jumlah penderita di daerah perkotaan, antara lain disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya.

    Diabetes tidak dapat disembuhkan

    Karena diabetes tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, sudah saatnya kita melakukan tindakan pencegahan, antara lain tidak makan berlebihan, menjaga berat badan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.

    Olahraga juga dapat secara efektif mengontrol diabetes, antara lain dengan melakukan senam khusus diabetes, berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Diet dipadu dengan olahraga merupakan cara efektif mengurangi berat badan, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi stres.

    Latihan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko terkena serangan jantung, serta memacu pengaktifan produksi insulin dan membuatnya bekerja lebih efisien.

    Komplikasi diabetes justru mematikan

    Ancaman diabetes melitus terus membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12–20% penduduk dunia diperkirakan mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik di dunia orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan.

    Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan.

    Sebanyak 30% penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS.

    Untuk penderita diabetes, komplikasi bisa dicegah dengan mengendalikan gula darah. Dokter tidak langsung meresepkan obat melainkan meminta pasien agar merubah lifestylenya. “Ubah life style dengan lebih aktif melakukan kegiatan jasmani dan mengatur makanan,” kata Prof. Sidaratawan.

    Terapi untuk diabetisi

    Bila ternyata mengubah gaya hidup tidak berhasil baru kemudian diberikan obat. Pemberian obat ini tergantung tipe, komplikasinya (penyakit ginjal, jantung, dll) dan berapa lama mengidap diabetes.

    Obat untuk diabetes disebut obat hipoglikemik oral (OHO) terbagi menjadi 2 kelompok yaitu obat yang memperbaiki kerja insulin (seperti metformin, glitazone, dan akarbose) dan obat yang meningkatkan produksi insulin (seperti sulfonil, repaglinid dan natelinid dan insulin yang disuntikkan).

    Kelompok pertama bekerja pada temapat dimana terdapat insulin yang mengatur gula darah seperti di hati, usus, otot dan jaringan lemak. Kelompok kedua meningkatkan pelepasan insulin ke sirkulasi, sedangkan insulin yang disuntikkan menambah kadar insulin di sirkulasi darah.

    Ketidakpatuhan mengkonsumsi obat merupakan penyebab utama kegagalan terapi sehingga penderita diabetes perlu diedukasi. Sebaiknya penderita diabetes melakukan konsultasi secara berkala dengan dokter. Selain itu dituntut sikap disiplin dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat maupun suntik insulin agar tidak terjadi komplikasi penyakit.

    Cegah & Deteksi Diabetes

    Di Indonesia, sekitar 95% kasus adalah diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2 ini, penyebabnya tidak hanya faktor keturunan tapi juga gaya hidup misalnya kegemukan yang terjadi akibat gaya hidup makan kaya lemak dan tidak berolahraga.

    Faktor keturunan tidak bisa dicegah tapi gaya hidup bisa diubah. “Jangan sampai gemuk, jangan banyak makan makanan berlemak dan manis serta banyaklah bergerak,” saran Prof Sidartawan.

    Risiko diabetes setiap tahunnya meningkat 30 persen, sehingga Prof. Sidartawan menyarankan agar melakukan pemeriksaan gula darah setahun sekali jika kita termasuk dalam satu atau dua dari faktor risiko diabetes.

    Pentingnya Pemantauan Pengujian Gula Darah bagi Diabetesi

    Pemantauan kadar gula darah penderita diabetes (diabetesi) secara teratur merupakan bagian yang penting dari pengendalian diabetes, terutama penderita DM tipe 1, DM tipe 2 dengan terapi insulin, DM tipe 2 yang sering mengalami hipoglikemia dan DM Gestasonal.

    Pemantauan kadar gula darah ini penting karena membantu menentukan penanganan medis yang tepat sehingga mengurangi resiko komplikasi yang berat, dan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes.

    Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan dengan berbagai cara baik di laboratorium, klinik bahkan dapat dilakukan pemantauan kadar gula mandiri yang dapat dilakukan pasien dirumah dengan menggunakan alat yang bernama Glukometer.

    Mengapa Diabetesi harus monitor kadar gula darah dengan Glukometer?

    1. Lebih ekonomis dan praktis di banding pemeriksaan di laboratorium
    2. Untuk menyesuaikan dosis obat, terutama bagi pengguna insulin sehingga terhindar dari hipoglikemia
    3. Kadar Gula penderita Diabetes Mellitus tipe I sangat berfluktuasi dan cepat berubah

    Konsultasikan kepada dokter, kapan dan seberapa sering Anda harus melakukan tes tersebut. Karena dapat bervariasi. Dianjurkan pagi hari sebelum sarapan, dua jam setelah makan, dan malam hari sebelum tidur. Perlu pula pengukuran pada saat tertentu lainnya. Contohnya pengukuran yang lebih ketat bila terjadi hipoglikemia (menurunnya kadar gula darah secara tidak normal), saat sebelum olahraga dan pada kehamilan.

    Simpan catatan dari tes darah, obat-obatan yang dikonsumsi, serta aktivitas harian Anda. Dan bawa catatan tersebut bila Anda berkonsultasi ke dokter.

    Yang perlu diperhatikan dalam memilih Alat Glukometer, adalah alat yang memiliki tingkat akurasi hasil yang tinggi / mendekati hasil laboratorium, terpercaya serta mudah digunakan.

    Kontributor :

    ahli endokrinProf.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE

    Prof Sidartawan dilahirkan di Amsterdam, tahun 1944 silam dan saat ini merupakan Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) periode 2005-2008. Beliau lulus kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tahun 1971 dan menyelesaikan spesialis penyakit dalam pada tahun 1985. Prof Sidartawan merupakan spesialis penyakit dalam, konsultan endokrin, metabolik dan diabetes di FKUI dan berpraktek di RS Husada, Jakarta Pusat. Beliau telah menjadi Fellow American College of Endocrinology sejak tahun 2005.

    Sumber dari : http://medicastore.com/diabetes/#dua

    Tags: , , , ,

  • Kanker merupakan buah dari perubahan sel yang mengalami pertumbuhan tidak normal dan tidak terkontrol.  Peningkatan jumlah sel tak normal ini umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker.  Tidak semua tumor bersifat kanker.  Tumor yang bersifat kanker disebut tumor ganas, sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinakTumor jinak biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam suatu wadah yang menyerupai kantong, sel tumor jinak tidak menyebar ke bagian lain pada tubuh penderita.

    Lewat aliran darah maupun sistem getah bening, sering sel-sel tumor dan racun yang dihasilkannya keluar dari kumpulannya dan menyebar ke bagian lain tubuh.  Sel-sel yang menyebar ini kemudian akan tumbuh berkembang di tempat baru, yang akhirnya membentuk segerombolan sel tumor ganas atau kanker baru.  Proses ini disebut metastasis.

    Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir dengan kematian.

    Kanker payudara akan memperlihatkan kekhasannya dalam menyerang penderitanya.  Kedanasan kanker ini ditunjukkannya dengan menyerang sel-sel nomal isekitarnya, terutama sel-sel yang lemah.  Sel kanker ajan tumbuh pesat sekali, sehingga payudara penderita akan membesar tidak seprti biasanya.

    Sambil menyerang sel-sel normal disekitarnya, kanker juga memproduksi racun dan melepas sel-sel kanker dari induknya yang pecah.  Racun dan sel-sel kanker itu akan menyebar bersama aliran darah.  Karenanya kerap kita mendapati kanker yang tumbuh di tempat lain sebagai hasil metastasisnya.  Pada kanker yang parah seringkali terjadi pendarahan

    Di Indonesia jumlah penderita kanker payudara menduduki tingkat kedua setelah kanker mulut rahim.

    Mengapa seseorang terkena kanker, jawabnya TIDAK TAHU
    Tetapi secara medis bisa dikatakan bahwa seseorang berpeluang terkena kanker  karena karsinogen, daya tahan tubuh dan aspek psikis.

    Sel kanker itu terus menerus berkembang dan tidak bisa mati.

    Sel kanker itu tidak bisa kembali normal (irreversible).

    Cara pengobatannya : dengan pembedahan, penyinaran, dan terapi kimia.

    Peluang sembuh dari sakit kanker relatif amatlah kecil.

    Gejala-gejala yang Menandakan Adanya Serangan Kanker
    yang umum dapat dilihat dan dirasakan:
    1.  Timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan, makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan
    2.  Bentuk, ukuran atau berat salah satu payudara berubah
    3.  Timbul benjolan kecil dibawah ketiak
    4.  Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu
    5.  Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
    6.  Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertekan ke dalam

    Kanker sebagai Sel yang Abnormal
    Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal terbentuk pada payudara dengan kecepatan tidak terkontrol dan tidak beraturan.  Sel-sel tersebut merupakan hasil mutasi gen dengan perubahan-perubahan bentuk, ukuran maupun fungsinya, sebagaimana sel-sel tubuh kita yang asli.
    Mutasi gen ini dipicu oleh keberadaan suatu bahan asing yang masuk ke dalam tubuh kita, diantaranya pengawet makanan, vetsin, radioaktif, oksidan, atau karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh sendiri secara alamiah.  Tetapi yang terakhir ini sangat jarang terjadi karena secara alamiah tubuh kita mampu menetralkan zat karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh.
    Bersama aliran darah dan aliran getah bening, sel-sel kanker dan racun-racun yang dihasilkannya dapat menyebar ke seluruh tubuh kita seperti tulang, paru-paru, dan liver tanpa disadari oleh penderita.  Karenanya tidak mengherankan jika pada penderita kanker payudara ditemukan benjolan di ketiak atau benjolan kelenjar getah bening lainnya.  Bahkan muncul pula kanker pada liver dan paru-paru sebagai kanker metastasisnya.  Penderita sering batuk yang tak kunjung sembuh atau sesak napas yang berkepanjangan.

    Ketika kita dinyatakan oleh dokter positif terkena kanker, reaksi yang pertama kali muncul adalah rasa takut yang luar biasa dan putus asa, apalagi jika kanker tersebut sudah masuk dalam stadium lanjut.  Sebaiknya rasa takut yang berlebihan ini harus dihindari, karena rasa takut ini dapat melemahkan kita secara psikis yang akhirnya dapat menurunkan kekebalan tubuh atau daya immunitas yang secara alamiah ada dalam tubuh.  Sikap pasrah dan mulai memahami kanker berikut cara pengobatan yang ingin dilakukan, akan sangat membantu dalam penanganan penyakit kanker ini.

    Pencegahan
    Kanker payudara dapat dicegah dengan cara:
    1.  Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama
    2.  HIndari banyak merokok dan mengkonsumsi alkohol
    3.  Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan
    4.  Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya
    5.  Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar.  Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein,  yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara
    6.  Lakukan olahraga secara teratur
    7.  Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi
    8.  Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditasi
    9.  Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari

    Rasa Nyeri luar biasa pada penyakit kanker yang berkepanjangan merupakan salah satu penderitaan yang harus ditanggung oleh penderita penyakit kanker.  Penanganan rasa nyeri ini, dalam dunia kedokteran modern ternyata merupakan salah satu masalah yang paling sulit diatasi.  Dari pengamatan, kesulitan penanganan masalah rasa nyeri tersebut disebabkan oleh adanya faktor subyektif dan psikologis.  Disamping itu sebagian obat yang digunakan untuk menanggulangi nyeri dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat itu dan memicu penyakit aterogenik.

    Yang paling beresiko terserang penyakit kanker payudara, yaitu:
    1.  Jika dalam keluarga ada penderita kanker payudara
    2.  Mendapat haid pertama pada usia sangat muda, atau terlambat mengalami manepause
    3.  Tidak pernah menyusi anak
    4.  Kegemukan
    5.  Tidak pernah melahirkan anak
    6.  Pernah mendapat terapi hormon
    7.  Pernah mendapat radiasi pada payudara

    Hasil studi, menemukan adanya sedikit penurunan resiko serangan kanker payudara pada wanita pre-menopause yang paling lama menyusui anaknya.

    Bahan-bahan yang Diduga Pemicu Kanker.
    Pemicu kanker pada dasarnya BELUM DIKETAHUI secara pasti, namun terdapat bahan-bahan yang diduga sebagai pemicu kanker.  Bahan-bahan yang dimaksud disebut karsinogenik.
    Bahan-bahan yang masuk dalam kelompok karsinogen yaitu:
    1.  Senayawa kimia, seperti aflatoxin B1, ethionine, saccarin, asbestos, nikel, chrom, arsen, arang, tarr, asap rokok, dan oral kontrasepsi.
    2.  Faktor fisik, seperti radiasi matahari, sinar -x, nuklir, dan radionukleide.
    3.  Virus, seperti RNA virus (fam. retrovirus), DNA virus (papiloma virus, adeno virus, herpes virus), EB virus
    4.  Iritasi kronis dan inflamasi kronis dapat berkembang menjadi kanker
    5. Kelemahan genetik sel-sel pada tubuh, sehingga memudahkan munculnya kanker.

    Stadium Kanker Payudara
    Pada kanker payudara ada stadium dini (0, 1 dan 2) serta stadium lanjut (3 dan 4).  Stadium 0 berarti sel kanker ada pada lapisan kelenjar susu atau saluransusu tetapi belum menyebar ke jaringan lemak sekitarnya.  Pada stadium 1 dan 2, kanker telah menyebar dari kelenjar susu atau saluran susu ke jaringan terdekat disekitarnya.  Pada stadium 2 kadang-kadang kanker telah mulai mengganggu kelenjar getah bening.  Stadium 3 boleh dibilang kanker payudara dalam stadium lanjut lokal, dimana garis tengah tumor telah lebih dari dua inci dan seringkali telah menyebar ke kelenjar getah bening dekat payudara.  Pada stadium 4 kanker telah bermetastasis, artinya kanker telah menyebar dari payudara dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak, ke bagian lain tubuh seperti tulang, hati, paru dan otak.

    Kanker pada payudara itu bisa membengkak dan pecah, kalau sudah begini bau busuk dan anyir akan keluar dari buah dada.  Keluhan lain adalah sesak nafas karena kanker menekan paru-paru.

    Larangan atau Pantangan Penderita Kanker Payudara.
    Jika kita sudah terserang kanker payudara, kita harus menghindari atau mengurangi asupan konsumsi beberapa jenis makanan.  Karena ada kalanya makanan atau minuman tertentu akan memacu pertumbuhan sel abnormal, termasuk kanker payudara.  Ada diantaranya yang mengandung zat tumbuh yang jika diasup akan merangsang pembesaran kanker.  Ada pula yang mengandung karsinogenik akibat proses pengawetan.  Dan ada pula yang jika dikonsumsi akan mengurangi efek kerja obat dalam tubuh.
    Beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk menghindari atau dikurangi konsumsinya:
    1.  Tauge
    2.  Vetsin
    3.  Tape
    4.  Es
    5.  Cabai
    6.  Kurangi garam
    7.  Lengkeng
    8.  Alkohol
    9.  Nenas
    10. Sawi putih
    11. Daging merah
    12. Rokok
    13. Nangka
    14. Durian
    15. Soft drink
    16. Kangkung
    17. Ikan asin

    Anjuran dalam Masa Pengobatan Kanker Payudara.
    Terdapat beberapa bahan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin.  Konsumsinya boleh hanya satu jenis bahan saja atau campuran dari beberapa bahan.  Jika kita sedang terserang kanker payudara, dianjurkan untuk meminum jus bahan-bahan makanan berikut, lakukan dua kali satu gelas setiap hari.
    1.  Wortel
    2.  Lobak
    3.  Pisang raja
    4.  Belimbing manis
    5.  Seledri
    6.  Brokoli
    7.  Kubis
    8.  Apel
    9.  Bawang putih
    Minum juga susu kedelai setengah gelas, lakukan dua kali sehari, atau konsumsi selalu 100 gram tempe setiap hari.

    Aneka Sayuran Hijau Pencegah Kanker:
    1.  Buncis
    2.  Daun singkong
    3.  Kacang panjang
    4.  Daun pepaya

    Menurut Dr. Vivi K. Tjahjadi, dari Karyasari, obot untuk kanker payudara adalah rebusan sambiloto, kunir putih, rumput mutiara dan keladi tikus, diminum pagi siang dan sore.  Ramuan ini jika diminum 12 hari, lambat laun rasa nyeri akan berangsur hilang dan benjolan juga hilang.  Payudara akan kembali seperti semula tanpa rasa sakit.  Dengan minum ramuan ini kanker payudara berpeluang benar-benar sembuh.

    sumber dari http://bima.ipb.ac.id/~anita/kanker_payudara.htm

    Tags: , , ,

  • Anda perhatikan, Microhydrin ternyata bisa mengembalikan kondisi apel yang rusak oleh radikal bebas. Jika anda mengkonsumsi Microhydrin, radikal bebas pun akan bersih di dalam tubuh anda. Satu kapsul Mycrohydrin setara dengan 10.000 gelas jus jeruk.

  • ALOEMANNAN
    Penopang Sistem Kekebalan Tubuh

    Aloemannan 60 Kapsul

    Aloemannan 60 Kapsul

    Aloe Vera adalah tanaman yang telah memiliki reputasi tinggi sebagai “tanaman medis” yang berkhasiat untuk membantu penyembuhan dan meningkatkan kesehatan tubuh. Bahkan sejarah mencatat bahwa Cleopatra, Alexander The Great dan Columbus telah menggunakan tanaman legendaris ini pada jamannya masing-masing.

    Aloe Vera Murni sarat akan senyawa biologis aktif, seperti beta karotin, glukosamin, asam salisilat, sterol, gibberellin dan semua mannan polisakarida yang dapat membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh sehingga membantu tubuh melawan berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri dan zat asing lain penyebab penyakit dan infeksi.

    Aloe Vera dikenal sangat bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan karena membantu mengontrol keasaman lambung, mengurangi tekanan pada perut, menormalkan bakteri usus dan membantu perbaikan dan penyembuhan penyakit usus, dan konstipasi.

    Aloe Vera juga dapat membantu menurunkan panas dan membantu menanggulangi peradangan dan nyeri, pencegahan terbentuknya batu ginjal dan membantu mengurangi ukuran batu ginjal.

    Kini Anda dapat menikmati manfaat terbesar dari Aloe Vera dengan mudah dan praktis dengan Aloemannan™.

    Aloemannan™ sebagai makanan kesehatan yang terbuat dari tanaman Aloe Vera tidak diragukan lagi kualitas dan manfaatnya karena diproses dengan cara freeze dried sehingga 200 senyawa biologis aktif alami yang terkandung didalamnya tetap dipertahankan. Setiap kapsul mengandung 150 mg mucilaginous polysaccharide Aloe Vera. 1 kapsul Aloemannan memiliki potensi dan khasiat sama dengan satu ons Aloe Vera Gel murni.

    Saran penggunaan : 2 X 1 Vcaps setiap hari

    1 Vcaps Aloemanan setara dengan 2 tutup True Aloe Juice.

    ALOEMANNAN™ Cara Tepat Membantu Meningkatkan Kekebalan Tubuh Anda

  • Setiap orang menginginkan umur panjang, tampil sehat penuh vitalitas. Untuk mewujudkan keinginan tersebut maka tubuh harus memiliki hormon yang cukup guna menjaga kelangsungan hidup dan fungsi normal tubuh.

    Hormon-hormon yang dihasilkan tubuh seperti adrenalin, estrogen, progesteron dan testosteron adalah hormon yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Hormon tersebut mengatur penyimpanan lemak, gula dan protein. Mengatur kekuatan dan penampilan fisik, berat badan, kesehatan kulit, kekuatan otot, kemampuan mendapatkan anak, suasana hati dan sikap serta proses penuaan tubuh.

    Diosin (90 Kapsul)

    Diosin (90 Kapsul)

    Diosin adalah makanan kesehatan yang terbuat dari tanaman Dioscorea, suatu formula unik dan lebih dari sekedar vitamin atau food supplement yang berkualitas istimewa untuk memicu tersedianya DHEA tubuh.

    DHEA (Dehydroepiandrosterone) adalah bahan baku hormon-hormon seperti androgen testoterone, progesteron, estrogen, dan belasan hormon penting lainnya sehingga DHEA dikenal sebagai “Induk Hormon”. Tingkat produksi DHEA mencapai puncak pada usia 25 tahun sekitar 30 mg/ hari, dan dengan semakin bertambahnya usia tingkat DHEA tubuh mengalami penurunan hingga di bawah 5 mg/ hari pada usia 75 tahun. Penurunan DHEA tubuh berpengaruh terhadap terjadinya berbagai penyakit yang berhubungan dengan penuaan seperti jantung, rapuh tulang, kencing manis, berkurangnya daya ingat, kepikunan. DHEA juga bermanfaat membantu mengatur keseimbangan berat badan, meningkatkan massa otot, mengatasi stress dan depresi, pencegahan kanker, kerusakan sistem syaraf pusat.

    Maka bila Anda menginginkan senantiasa awet muda dan mencegah penuaan dini, sediakan selalu Diosin. Ekstrak Dioscorea yang terkandung didalamnya secara alamiah membantu tubuh menyediakan DHEA. Tersedia Diosin 1 dan Diosin 2 dengan kandungan aktif Dioscorea 200 mg. Diosin 1 dikombinasikan dengan tumbuh-tumbuhan seperti sida cortifolia, yerba mate, ginger root, cayenne dan aloemannan yang sebaiknya digunakan sebelum sore. Diosin 2 dikombinasikan tumbuh-tumbuhan seperti ginger root, cayenne, ginko biloba, astragalus, milk thistle dan aloemannan yang dapat diminum kapan saja.

    Diosin diformulasikan untuk dapat langsung dipecah dalam usus halus sehingga Anda dapat menikmati manfaat sempurna dari Dioscorea.

    Saran penggunaan : 1- 2 tablet sehari pagi dan siang.

    Temukan semangat muda Anda hanya pada DIOSIN.

    Tags: , , , ,

  • Saya hobi main bola tetapi akhir-akhir ini menjadi agak takut untuk main karena sesudah main lutut saya sering bengkak seperti keseleo. Pada tanggal 28 Maret jam 8.45 saya cek ternyata asam urat saya 11.9 dan gula darah 111. Seorang teman memberi saya MicroHydrin, saya minum 2 kapsul saya campurkan isinya dengan 1/2 gelas air. Sejam kemudian saya cek lagi ternyata asama urat saya turun menjadi 6,3 dan gula darah menjadi 100,1. Keesokan paginya saya tes ulang karena belum yakin, hasilnya asam urat menjadi 6,0 dan gula darah 95! Terimakasih RBC Life Sciences, Microhydrin produk hebat.

    Amat Hidayat (37 th) Subang

    Tags: , ,

  • Dari akhir bulan Juni 2008 anak saya yang pertama (7 tahun)sedang sakit batuk sampai hampir 2 bulan, sebenarnya batuknya sempat sembuh sebentar cuma dengan dengan obat batuk saja. Tetapi kalau minum es langsung deh kambuh lagi batuknya. Kasihan kalau malam hari batuk sampai bisa muntah juga. Belum sembuh batuknya eh terkena cacar air mungkin menular dari temannya. Saya ingat baru beli produk Microhydrin dan kebetulan saya baca brosurnya aman untuk anak-anak, akhirnya saya buka juga Microhydrin cuma masalahnya anak saya ga bisa menelan kapsul, saya buka aja dicampur dengan setengah gelas air. Dalam 6 hari saya kasih Cairan Microhydrin itu 3 hari pada pagi hari 3 hari lagi pada sorenya. Alhamdulillah. Ternyata batuk sembuh dan cacarnya langsung kering.

    Dan sekarang walau sering minum es ga jadi batuk. Terimakasih Ya Allah engkau telah mempertemukan aku dengan produk RBC Life Sciences.

    HASANNUH BZ - Karawang

    Tags: , ,

  • Ada tiga produk RBC Life Sciences yang saya rasakan sendiri khasiatnya yaitu: DIOSIN dan MICROHYDRIN meningkatkan stamina dan menyembuhkan gejala Diabetes saya, semakin sering berhubungan seks dan kuat. Sedangkan Immune 360 manfaatnya sama dengan diatas ditambah dengan badan yang semakin terasa sehat.

    Drs. Suroyo - Lumajang

    Tags: , , , ,

  • Saya mengidap beberapa macam penyakit di usia saya yang ke-64 tahun ini seperti darah tinggi, kolesterol,asam urat, jantung yang kurang bagus, serta wasir yang berdarah-darah. Setelah mengkonsumsi Microhydrin mata saya jauh lebih terang, kaki saya lebih ringan langkahnya, wasir saya yang sudah berdarah-darah sembuh. Selain itu badan saya terasa lebih enak daripada dulu. Saya merasa lebih muda dari sebelum minum produk Microhydrin.

    Hj. Atie (64th) Yogyakarta

    Tags: , , , ,

Search

Terimakasih

Terimakasih atas kepercayaannya pada saya. Update : 02 Agustus 2011 - Ibu Ria E - Jakarta
- Bpk Soni - Lubuk Linggau
- Ibu Vivi - Tangerang
- Bpk Diso - Kalimantan
- Bpk Efendi - Medan
- Bpk Eko - Bontang
- Dahniar

Kategori

Arsip

Statistik

Hari Ini : 21
Total : 22262
Online : 1